Kamis, 17 Oktober 2024

Konfigurasi Hostpot MikroTik RouterBoard

 Konfigurasi Hostpot MikroTik RouterBoard

 NAMA:EKY DWI MAULIDA

KELAS:11 TJKT 2

ABSEN:12


Topologi Yang Digunakan :



Foto Instalasi Komputer,Router,Kabel



Langkah Konfigurasi 
1.Tambahkan DHCP Client.


2.Konfigurasi DNS dengan cara IP-DNS lalu ke DNS setting ceklis pada bagian Allow Remote Request lalu klik ok.


3.Setting NAT dengan cara masuk ke menu System-Firewall-NAT. Klik chain(srcnat)
Out.interface(ether1) Pindah ke Action dan pilih Masquerade lalu klik ok.



4.Tambahkan Bridge baru dengan cara masuk ke Bridge klik tanda "+" dan tambahkan bridge 1 apply lalu klik ok.




5.Lalu tambahkan Ports wlan1,ether2,ether3,ether4 dan ether5.



6.Setelah itu aktifkan wlan dengan cara klik tanda ✓ setelah itu klik 2 kali pada bagian wlan1 lalu konfigurasi seperti gambar dibawah ini.


7.Tambahkan IP pada Bridge1



8.Tambahkan Hostpot dengan cara masuk ke menu IP-Hotspot,setting seperti gambar dibawah bila berhasil maka bertuliskan 
"Set up has completed successfully".





9.Selanjutnya pembatasan internet dengan cara IP-Hotspot-User Profiles lalu tambahkan guru dan siswa untuk guru pembatasannya 2MB dan untuk siswa 1MB konfigurasi seperti gambar dibawah ini.



10.Tambahkan User dan Konfigurasi seperti gambar dibawah 


Pengecekan

1.Masuk Ke domain dengan cara mengklik notif yang muncul.Setelah itu masukkan user dan password seperti gambar dibawah ini.

Smartphone 



PC



DHCP Leases 



Pengetesan 

Speed test dekstop



Speed test smartphone 



Selasa, 15 Oktober 2024

Konfigurasi Loadbalace (PCC) MikroTik RouterBoard

Konfigurasi Loadbalace (PCC) MikroTik RouterBoard



 NAMA:EKY DWI MAULIDA

KELAS:11 TJKT 2

ABSEN:12


Topologi Yang Digunakan :


Instalasi Komputer Router dan Kabel :


Langkah - Langkah Konfigurasi : 


R1-ISP-A

1.Nyalakan hospot pada Smartphone 1 dan beri sandi "rahasia" kemudian batasi hospot 10MB
 


2.  Menghubungkan mikrotik dengan Hotspot Smartphone 1 dengan cara Wireless>Scan>Start lalu cari nama hotspot smartphone lalu klik kemudian pilih connect
 
 
Menambahkan password untuk jaringan wlan dengan cara Wireless>security profiles kemudian setting password seperti pada gambar
 
 
4. Kemudian klik 2x pada wlan1 lalu pilih Wireless dan ubah Security Profile dari default ke Password yang sudah di buat tadi lalu klik ok
 
5. Menambahkan DHCP-Client (wlan1) dengan cara IP>DHCP-Client  
 
 
6. Menambahkan IP Address untuk ether 1 

7. Menambahkan NAT(wlan1) denga cara IP>Firewall>NAT
kemudian setting sesuai dengan gambar di bawah
 

 
R2-ISP-B

1.Nyalakan hospot pada Smartphone 2 dan beri sandi "rahasia" kemudian batasi hospot 10MB
 


2.  Menghubungkan mikrotik dengan Hotspot Smartphone 1 dengan cara Wireless>Scan..>Start lalu cari nama hotspot smartphone lalu klik kemudian pilih connect
 

 3. Menambahkan password untuk jaringan wlan dengan cara Wireless>security profiles kemudian setting password seperti pada gambar
 
 
4. Kemudian klik 2x pada wlan1 lalu pilih Wireless dan ubah Security Profile dari default ke Password yang sudah di buat tadi lalu klik ok
 

5. Menambahkan DHCP-Client (wlan1) dengan cara IP>DHCP-Client
 

6. Menambahkan IP Address untuk ether 1
 

7. Menambahkan NAT(wlan1) denga cara IP>Firewall>NAT
kemudian setting sesuai dengan gambar di bawah
 

R3-LOADBALANCE

1.Tambahkan IP Address untuk ether1,ether2, dan ether3
 

2. Kemudian ubah IPv4 yang ada pada PC dengan IP ether3 yang sudah di konfigurasi tadi
 

3. Tambahkan NAT dengan Out Interface ether1, dan  ether2 dengan cara IP>Firewall>NAT
 

4.Selanjutnya Tambahkan Mangle dan setting sesuai dengan  gambar
 



5.Tambahkan Mangle lagi dan setting sesuai dengan gambar
 


6.Tambahkan IP Routes
 

Pengetesan

Speed test R1-ISP-A-XL
 

Speed test R2-ISP-B-INDOSAT
 

Speed test Pada PC
 

  New Terminal:


Daftar Pustaka : 

 
 
 



 

 


























Senin, 14 Oktober 2024

CONTOH JOBSHEET DENGAN TOPIK SEPUTAR NETWORK ADMIN

 CONTOH JOBSHEET DENGAN TOPIK SEPUTAR NETWORK ADMIN

Contoh Jobsheet: Network Administration


Judul: Jobsheet Konfigurasi Jaringan Menggunakan Router dan Switch
 

Tujuan: Mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan konfigurasi dasar jaringan menggunakan perangkat router dan switch.

Objek: Router Cisco, Switch TP-Link, Laptop sebagai client
 

K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja):
1. Pastikan area kerja bersih dan rapi.
2. Gunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja dengan perangkat keras.
3. Matikan perangkat sebelum melakukan pemasangan atau penggantian kabel.
 

Langkah-langkah:

1. Persiapan Perangkat:
   - Siapkan router, switch, dan kabel jaringan.
   - Hubungkan semua perangkat sesuai dengan diagram jaringan.

2. Konfigurasi Router:
   - Akses router melalui konsol menggunakan perangkat lunak terminal.
   - Konfigurasi alamat IP dan subnet mask sesuai dengan kebutuhan jaringan.

3. Konfigurasi Switch:
   - Akses switch dan lakukan pengaturan VLAN jika diperlukan.
   - Pastikan port-port switch terhubung dengan benar ke perangkat client.

4. Pengujian Koneksi:
   - Gunakan perintah ping untuk menguji konektivitas antara perangkat.
   - Cek status koneksi di router dan switch.

5. Dokumentasi:
   - Catat semua konfigurasi yang telah dilakukan.
   - Ambil screenshot dari pengaturan di router dan switch sebagai bukti.
 

Kesimpulan:
Setelah melakukan semua langkah, pastikan semua perangkat dapat saling terhubung dengan baik.

---
Review Jobsheet
Tata Cara Penyusunan Komponen:

1. Judul: Judul jobsheet sudah jelas dan spesifik, mencakup apa yang akan dipelajari, yaitu konfigurasi jaringan.

2. Tujuan: Tujuan disampaikan dengan ringkas dan langsung, memudahkan pembaca untuk memahami fokus pembelajaran.

3. Objek: Sebutkan dengan tepat perangkat yang digunakan, membantu mahasiswa mengenal alat yang akan digunakan.

4. K3: Penjelasan tentang kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting dalam pekerjaan teknis. Sudah sesuai dengan standar keselamatan yang diperlukan di lab.

5. Langkah-langkah:
   - Langkah-langkah dijelaskan secara terstruktur dan mudah diikuti.
   - Setiap langkah memberi penjelasan yang cukup dan menyertaKesimpulan


Topik yang Diberikan:
Jobsheet ini berfokus pada aspek praktis dari network administration. Konfigurasi router dan switch adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang Network Admin. Penekanan pada pengujian koneksi juga penting, karena memastikan bahwa konfigurasi yang dilakukan berjalan dengan baik.


Kesimpulan:
Secara keseluruhan, jobsheet ini tersusun dengan baik dan dapat digunakan sebagai panduan praktis bagi mahasiswa. Mungkin akan lebih baik jika ditambahkan gambar atau diagram untuk memperjelas langkah-langkah, serta contoh kesalahan yang umum terjadi dan cara memperbaikinya. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar melakukan konfigurasi, tetapi juga memahami troubleshooting dasar.

 

Review Jobsheet: Konfigurasi Jaringan Menggunakan Router dan Switch


Kelebihan:


1. Kejelasan Tujuan: Tujuan jobsheet disampaikan dengan jelas dan langsung, sehingga mahasiswa dapat memahami fokus pembelajaran.
2. Struktur yang Sistematis: Langkah-langkah disusun dengan rapi dan terstruktur, memudahkan mahasiswa mengikuti prosedur yang diberikan.
3. Penekanan pada K3: Penjelasan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja menunjukkan perhatian terhadap aspek keselamatan saat bekerja dengan perangkat keras.
4. Objek yang Relevan: Perangkat yang disebutkan (Router Cisco dan Switch TP-Link) adalah alat umum yang sering digunakan, membuatnya relevan untuk pembelajaran.
5. Pengujian Koneksi: Menyertakan langkah pengujian koneksi menekankan pentingnya verifikasi setelah konfigurasi, yang esensial dalam network administration.
 

Kekurangan:
1. Kurangnya Visualisasi: Jobsheet tidak menyertakan diagram atau gambar yang menjelaskan koneksi antara perangkat, yang dapat membantu mahasiswa memahami konfigurasi jaringan dengan lebih baik.
2. Detail Konfigurasi yang Terbatas: Beberapa langkah, terutama dalam konfigurasi router dan switch, bisa lebih rinci. Misalnya, penjelasan tentang perintah dan opsi tambahan yang dapat digunakan.
3. Contoh Kesalahan dan Troubleshooting: Tidak ada bagian yang menjelaskan kesalahan umum yang mungkin terjadi selama konfigurasi dan cara memperbaikinya. Ini penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang troubleshooting.
4.Dokumentasi Kurang Terperinci: Meskipun ada pengingat untuk mencatat konfigurasi, tidak ada contoh format atau isi dokumentasi yang disarankan. Hal ini dapat membantu mahasiswa dalam praktik.
5.Penggunaan Istilah Teknis: Beberapa istilah teknis mungkin memerlukan penjelasan lebih lanjut bagi mahasiswa yang baru belajar. Menyertakan glosarium bisa sangat membantu.
 

Kesimpulan
Jobsheet ini sudah cukup baik dan bermanfaat untuk pembelajaran praktis. Dengan beberapa perbaikan, terutama dalam hal visualisasi dan detail teknis, kualitasnya dapat ditingkatkan lebih jauh.

41.Routing OSPF(Open Shortes

NAMA:EKY DWI MAULIDA KELAS:11 TJKT 2 ABSEN:12  Teori Dasar Open Shortest Path First (OSPF)  adalah sebuah protokol routing otomatis ( Dynami...